
Saya sering kali menemukan teman-teman dari Jakarta atau Bandung yang merasa sangat yakin bisa menikmati Malang hanya dengan bermodalkan tiket kereta api dan aplikasi ojek online. Alasannya klasik: “Kan nggak mau repot nyetir, jalanan di Malang katanya macet.” Pendapat itu tidak sepenuhnya salah, apalagi di jam pulang kantor atau saat akhir pekan di kawasan Oro-Oro Dowo. Tapi, realita di lapangan sering kali justru menyakitkan.
Begitu Anda turun di Stasiun Malang Kota Baru atau Stasiun Kepanjen, ambisi liburan itu langsung terhambat oleh satu hal: antrean taksi online yang panjang di luar stasiun, sementara suhu udara Malang yang dingin berubah menyengat karena terpaan matahari siang. Belum lagi jika tujuan Anda bukan sekadar jalan-jalan di pusat kota, melainkan mau ke Coban Rondo, Pujon, atau Pantai Selatan. Percayalah, mengandalkan ojek online untuk rute jauh akan membuat dompet Anda jebol sebelum sempat menikmati liburan.
Malang itu luas. Rentang destinasinya sangat jauh. Dari pusat kota ke Kota Batu saja butuh waktu sekitar 45 menit hingga 1 jam dalam kondisi lancar. Kalau Anda liburan berempat atau berlima, bayangkan berapa kali kalian harus ganti kendaraan dan menawar harga. Di sinilah sewa mobil menjadi satu-satunya jalan keluar yang masuk akal. Punya kendaraan sendiri selama di Malang artinya Anda bisa berangkat kapan saja, tidak perlu kehujanan di pinggir jalan menunggu ojek, dan bisa menyimpan belanjaan oleh-oleh di bagasi tanpa takut tertinggal. Kalau Anda sedang merencanakan trip seperti ini, saya sarankan untuk langsung cek ketersediaan armada di rental mobil Malang Riva Widyatrans. Punya mobil sendiri di Malang bukan soal gengsi, ini soal urusan nyawa dan ketenangan liburan.
