Anatomi Perjalanan ke Bromo via Malang dan Mobil yang Salah

Perjalanan menuju Gunung Bromo dari arah Malang adalah salah satu rute yang paling banyak diminati karena medannya yang dinilai lebih “ramah” dibandingkan dari arah Probolinggo. Rute yang umumnya ditempuh adalah melalui Kecamatan Tumpang, lalu masuk ke area Ngadisari. Namun, jangan pernah menganggap enteng kata “ramah” tersebut. Rute Tumpang adalah jembatan penghubung antara peradaban kota dan alam liar yang keras.

Jika Anda menyewa mobil untuk tujuan ini, Anda harus membuang jauh-jauh pikiran untuk menggunakan mobil berkapasitas kecil dengan ground clearance rendah. Mengapa? Karena setelah melewati pasar Tumpang, jalanan akan berubah menjadi jalan berdebu yang sangat sempit, berbatu, dan menanjak tajam. Puncaknya adalah saat memasuki area laut pasir. Anda akan berkendara di atas hamparan pasir yang lunak. Jika mobil anda berbanding terbalik dengan medan ini, siap-siap saja mesin akan ngelitik atau ban akan terkubur pasir.

Banyak wisatawan yang mencoba akal-akalan dengan menyewa mobil city car murah untuk ke Bromo demi menghemat biaya. Ujung-ujungnya, mereka harus berjalan kaki cukup jauh dari titik parkir paling luar karena mobil mereka tidak kuat menembus jalur pasir menuju penanjakan. Atau yang lebih parah, mereka harus minta tolong pada jeep warga lokal untuk mendorong mobilnya yang terjebak, yang tentu saja menambah biaya yang tidak terduga.

Armada yang ideal untuk rute ini adalah kendaraan berpenggerak roda belakang atau memiliki tenaga besar di gigi rendah, serta suspensi yang cukup keras untuk menahan benturan batu. Toyota Avanza atau Xenia generasi terbaru mungkin masih bisa bertahan, tapi Toyota Kijang Innova diesel jauh lebih direkomendasikan karena torsinya yang besar di medan tanjakan. Jangan pernah mengambil risiko dengan asal pilih rental. Pastikan Anda mengambil armada yang sudah teruji medan Bromo dengan menghubungi penyedia jasa rental mobil Malang di Riva Widyatrans, karena mereka tahu persis unit mana yang boleh dan tidak boleh masuk ke jalur ekstrem tersebut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *